Surabaya, 4 April 2026. Melanjutkan momentum penguatan kesehatan hewan di tahun 2026, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur kembali melaksanakan kegiatan Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui distribusi vaksin PMK Tahap II yang bersumber dari APBN. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur ini menjadi langkah krusial pemerintah dalam menjaga stabilitas populasi ternak pasca pelaksanaan tahap pertama.
Distribusi vaksin PMK tahap II juga merupakan salah satu langkah strategis dalam penjaminan kesehatan hewan, khususnya dalam memastikan kesiapan ternak kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H.
Pada tahap kedua ini, volume distribusi ditingkatkan guna memperluas cakupan proteksi. Sebanyak 505.000 dosis vaksin PMK resmi disalurkan ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Alokasi ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan vaksinasi ulang maupun perluasan wilayah sasaran baru, sehingga tercapai herd immunity yang kuat di tingkat provinsi.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Kepala Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma), drh. Edy Budi Susila, M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya ketersediaan vaksin dalam negeri yang berkualitas. Arahan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Indyah Aryani, M.M., yang menegaskan urgensi percepatan pelaksanaan vaksinasi di lapangan oleh seluruh petugas medik dan paramedik veteriner.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat daerah akan segera memasuki masa persiapan Iduladha, yang umumnya diikuti dengan peningkatan lalu lintas ternak dan berpotensi meningkatkan risiko penyebaran PMK. Oleh karena itu, upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan ternak yang sehat dan aman bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Pusat dalam melakukan mitigasi risiko penyakit hewan menular strategis secara berkelanjutan, sekaligus menjaga Jawa Timur sebagai lumbung ternak nasional yang aman dan produktif.
Sumber: Disnak Jatim