Disnak Jatim Pastikan Kurban Aman dan...

Disnak Jatim Pastikan Kurban Aman dan Surplus: Pengawasan Ketat dan Dukungan Tenaga Veteriner Menjadikan Jawa Timur Siap Memenuhi Kebutuhan Kurban Sekaligus Menyuplai ke Daerah Lain

Senin, 4 Mei 2026 | 20:12 WIB Penulis : Sekretariat Dibaca : 43 kali
Disnak Jatim Pastikan Kurban Aman dan Surplus

Sabtu (2/5/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani serta perangkat daerah terkait meninjau langsung ketersediaan ternak kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, Sabtu (2/5). Peninjauan dilakukan di Kabupaten Nganjuk dan Mojokerto guna memastikan kesiapan pasokan serta kondisi kesehatan hewan kurban di lapangan.

Di Kabupaten Nganjuk, rombongan mengunjungi UD Sapi Baru milik Mursyid di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret. Peternakan ini memiliki populasi ratusan sapi jenis PO, limosin, dan simental, dengan beberapa ekor berbobot di atas 1 ton dan sebagian besar berkisar antara 400–900 kg. Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa sapi-sapi di lokasi tersebut dalam kondisi besar, sehat, dan berpotensi menjadi pemasok hewan kurban tidak hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga ke berbagai daerah lain seperti Kalimantan dan Jawa Tengah.

Selanjutnya di Kabupaten Mojokerto, Gubernur bersama rombongan meninjau CV Berkah Wafa Fam milik Faisal Effendi di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro. Di lokasi ini terdapat sekitar 100 ekor sapi jenis limosin dan simental, termasuk dua ekor sapi berbobot lebih dari 1 ton yang diberi nama Traktor dan Ramos.

Berdasarkan hasil peninjauan dan data yang dihimpun, ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dipastikan dalam kondisi cukup bahkan surplus signifikan. Total proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur mencapai 427.060 ekor, terdiri dari sapi 70.550 ekor, kambing 297.900 ekor, domba 58.600 ekor, dan kerbau 10 ekor. Sementara itu, ketersediaan ternak jauh melampaui kebutuhan, dengan sapi mencapai 629.119 ekor, kambing 940.693 ekor, domba 484.468 ekor, dan kerbau 1.698 ekor.

β€œIni menunjukkan bahwa Jawa Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga siap menyuplai kebutuhan hewan kurban ke provinsi lain,” ujar Gubernur Khofifah.

Selain kuantitas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memastikan kualitas dan kesehatan hewan kurban tetap terjaga. Seluruh ternak dipastikan dalam kondisi sehat, bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta telah melalui vaksinasi, penerapan biosecurity, dan pengobatan ternak.

Untuk menjamin keamanan dan kelayakan daging kurban, Disnak Jatim mengerahkan ribuan petugas pemeriksa hewan kurban yang terdiri dari 950 dokter hewan medik veteriner, 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh melalui tahapan ante mortem dan post mortem guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus menjamin keamanan pangan asal hewan, khususnya dalam menghadapi momentum Iduladha yang identik dengan meningkatnya kebutuhan hewan kurban.

Sumber: Disnak Jatim