SI BABE MARAKS, Inovasi Dinas...

SI BABE MARAKS, Inovasi Dinas Peternakan Jatim Hadirkan Bakso Bebas Formalin dan Boraks di Kota Malang

Rabu, 22 Juli 2026 | 11:33 WIB Penulis : Sekretariat Dibaca : 79 kali
SI BABE MARAKS

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen meningkatkan perlindungan masyarakat melalui inovasi di bidang kesehatan masyarakat veteriner. Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan adalah SI BABE MARAKS (Sistem Inovasi Bakso Bebas Formalin dan Boraks) yang diinisiasi oleh UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang sebagai upaya memastikan keamanan pangan asal hewan yang beredar di masyarakat.

SI BABE MARAKS hadir sebagai solusi untuk mendeteksi kandungan formalin dan boraks pada bakso secara cepat, tepat, akurat, dan transparan. Melalui inovasi ini, pengujian dapat dilakukan langsung di lokasi penjualan menggunakan reagen khusus sehingga hasil pemeriksaan dapat diketahui saat itu juga tanpa harus menunggu proses laboratorium yang memakan waktu lebih lama.

Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya konsumsi bakso sebagai salah satu makanan favorit masyarakat, khususnya di Kota Malang yang memiliki ratusan pedagang bakso. Di tengah tingginya permintaan tersebut, masih ditemukan potensi penyalahgunaan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks yang dapat membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi secara terus-menerus.

Melalui SI BABE MARAKS, petugas UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Malang bersama perangkat daerah terkait secara rutin melakukan pengambilan sampel bakso dari pedagang, kemudian melakukan pengujian di lapangan menggunakan metode uji cepat. Hasil pengujian ditunjukkan secara langsung melalui perubahan warna pada reagen, sehingga proses pemeriksaan berlangsung secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain melakukan pengawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya memproduksi dan menjual pangan yang aman bagi masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pedagang untuk tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang serta membangun kepercayaan konsumen terhadap produk bakso yang dijual.

Keunggulan SI BABE MARAKS tidak hanya terletak pada kecepatan pemeriksaan, tetapi juga pada aspek transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat dapat mengetahui secara langsung hasil pengujian yang dilakukan, sementara pedagang memperoleh pembinaan apabila ditemukan ketidaksesuaian, sehingga upaya pengawasan lebih bersifat preventif dan berkelanjutan.

Melalui inovasi ini, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pangan asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). SI BABE MARAKS menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung perlindungan kesehatan masyarakat, meningkatkan keamanan pangan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan asal hewan yang beredar di Jawa Timur.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan penggunaan formalin dan boraks pada pangan dapat dicegah sehingga masyarakat memperoleh jaminan pangan yang aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi.

Sumber: Disnak Jatim