FOJAPAMAS (Fodder Jagung Pakan Alternatif Menuju IndonesiA emaS) merupakan inovasi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dalam penyediaan hijauan pakan ternak berbasis teknologi hidroponik vertikal. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas tantangan peternak dalam menyediakan hijauan pakan secara berkelanjutan, terutama di tengah keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan pakan berkualitas.
Selama ini, penyediaan hijauan pakan umumnya masih dilakukan secara konvensional, yaitu melalui penanaman horizontal di lahan pertanian atau dengan mencari rumput di alam (ngarit). Cara tersebut membutuhkan lahan yang luas, tenaga yang lebih banyak, serta dipengaruhi oleh kondisi musim dan ketersediaan hijauan di lapangan.
Melalui FOJAPAMAS, penyediaan hijauan pakan dilakukan dengan membudidayakan fodder jagung menggunakan sistem hidroponik vertikal. Metode ini memungkinkan produksi hijauan berkualitas secara lebih praktis, efisien, dan berkelanjutan, bahkan pada lahan yang sempit maupun tidak produktif. Sistem vertikal juga mampu meningkatkan produktivitas hijauan dibandingkan metode konvensional, sehingga kebutuhan pakan ternak dapat terpenuhi secara lebih konsisten sepanjang tahun.
Selain menghasilkan pakan hijauan yang segar dan berkualitas, FOJAPAMAS menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya mudah diterapkan, hemat lahan, produktivitas tinggi, serta dapat direplikasi oleh peternak di berbagai wilayah. Dengan teknologi yang sederhana dan aplikatif, inovasi ini memberikan alternatif penyediaan pakan yang lebih efisien tanpa memerlukan investasi lahan yang besar.
Penerapan FOJAPAMAS diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas usaha peternakan, mulai dari pengembangan bibit sapi perah, peningkatan produksi susu, hingga produksi daging nasional melalui penyediaan pakan hijauan yang berkualitas. Di sisi lain, inovasi ini juga menjadi salah satu upaya mendorong modernisasi sektor peternakan, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat kemandirian dan daya saing peternak Indonesia menuju terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Sumber: Disnak Jatim