Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Kediri terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui HALO MOJO (Hadir Melayani Sobat Peternak Itik Mojosari). Inovasi ini menghadirkan sistem pendampingan digital bagi peternak untuk mendukung keberhasilan pemeliharaan Itik Mojosari sejak bibit diterima hingga masa adaptasi.
Sebagai salah satu plasma nutfah unggulan Jawa Timur, Itik Mojosari dikenal memiliki produktivitas telur yang tinggi, adaptif terhadap lingkungan tropis, serta menjadi komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan dan penyediaan protein hewani. Melalui HALO MOJO, pelayanan UPT PT dan HMT Kediri tidak lagi hanya berfokus pada penjualan bibit, tetapi juga memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada peternak.
HALO MOJO mengintegrasikan berbagai layanan digital, mulai dari monitoring perkembangan ternak menggunakan instrumen baku, konsultasi dengan tenaga ahli melalui Call Center, hingga penyediaan e-leaflet berbasis QR Code yang dapat diakses kapan saja. Sistem ini memudahkan peternak memperoleh informasi pemeliharaan secara cepat, praktis, dan tanpa terkendala jarak.
Selain memberikan kemudahan bagi peternak, data hasil monitoring yang dikumpulkan menjadi dasar evaluasi bagi UPT PT dan HMT Kediri untuk meningkatkan mutu bibit Itik Mojosari pada siklus produksi berikutnya. Pendekatan berbasis data ini juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam pengembangan pembibitan.
Implementasi HALO MOJO telah memberikan manfaat nyata, di antaranya menekan risiko kematian bibit pada fase awal, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak melalui edukasi digital, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan peternak melalui layanan konsultasi yang responsif.
Melalui inovasi HALO MOJO, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang semakin inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternak, menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat, serta mendukung ketersediaan protein hewani yang berkualitas bagi masyarakat Jawa Timur.
Sumber: Disnak Jatim